KERUSAKAN HUTAN JATI DI KONAWE 80 PERSEN

Kerusakan hutan tanaman industri (HTI) jenis jati di Kabupaten Konawe Selatan, Tenggara, mencapai 80 persen, dari luas areal tanaman 13.000 hektar.

Bupati Konawe Selatan, Imran, di Kendari, Rabu (29/5/2013), mengatakan, ujung tombak pencurian jati tanaman milik pemerintah adalah rakyat miskin yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Diduga kuat, aksi pencurian jati yang bernilai ekonomi dari kawasan hutan tanam industri terus berjalan karena dibekingi pemilik modal dan oknum aparat,” kata Bupati Imran.

Bupati Konawe Selatan prihatin terhadap warga yang tertangkap saat operasi penertiban pembalakan liar karena mereka hanya menerima upah pikul Rp 20.000 per batang dari pemilik modal.

Dari kegiatan operasi penertiban pekan lalu yang dipimpin Bupati Konawe Selatan, disita 1.600 kubik kayu jati gelondongan, satu unit sepeda motor, dan satu unit gergaji rantai.

“Yang repot saya, berhadapan dengan rakyat. Mau dipenjarakan kasihan, karena mereka hanya mendapat upah untuk menyambung hidup,” kata Imran.

Tanaman jati bernilai ekonomi dengan usia tanam sekitar 30 tahun tersebar di lima titik di Konawe Selatan yakni Amasara (Kecamatan Baito), Eewa (Kecamatan Palangga), Anduna (Kecamatan Laeya), Puupi (Kecamatan Kolono), dan Molinese.

Imran belum dapat merinci dugaan kerugian negara dari penjarahan kayu jati di kawasan hutan tanaman industri, tetapi kerugian tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

 

Sumber : ANTARA
Editor : Agus Mulyadi

http://regional.kompas.com